Ulasan Lengkap Tentang Penyakit TBC

Penyakit TBC  akan memberikan rasa sakit pada punggung, kerusakan sendi, memberikan pembengkakan pada selaput otak, masalah di ginjal dan hari serta kelainan jantung. Untuk mengobati penyakit ini di rumah dengan mengonsumsi obat dan melakukan pemeriksaan tepat waktu. Jika mengalami hubungi dokter maka sebaiknya segera konsultasikan termasuk efek dari obat yang dikonsumsi.

Berikut adalah hal yang harus diketahui tentang mitos yang tidak benar mengenai TBC diantaranya:

  • TBC dapat disembuhkan hingga 99% dari penyakit kronis jika rajin mengonsumsi obat TBC dan rutin melakukan kontrol selama 6 hingga 9 bulan, karena obat yang dikonsumsi akan membuat bakteri melemah walaupun terkadang merasakan penyakit kambuh.
  • TBC tidak dapat tertular jika melakukan kontak fisik maupun menempel pada pakaian atau kulit, biasanya tertular melalui dahak yang menyatu pada udara sehingga dihirup oleh orang lain, termasuk tidak tertular jika berpegangan tangan, makanan saling berbagi maupun menggunakan alat yang sama.
  • TBC tidak hanya diderita dengan ekonomi rendah dimana penyakit ini tergantung pada kebersihan dan gaya hidup, kondisi ini berkaitan dengan tinggal di lingkungan lembab, sempit dan aktif berhubungan langsung dengan penderita TBC.
  • Orang yang mengalami bakteri TB belum tentu mengalami TBC karena tubuh akan masuk dalam inkubasi yang kemudian tidak aktif maka tidak akan menderita TBC.

Penularan TBC terjadi ketika sedang bersih atau batuk dimana menyebarkan berupa kuman dalam dahak menuju udara. Penderita TBC dapat mengeluarkan 3000 percikan dahak dan bakteri di udara bertahan hingga berjam-jam dan terutama jika berada di ruangan lembab dan gelap sebelum terinfeksi ke orang lain. Biasanya penularan ini berada dalam waktu yang lama, orang yang sering bertemu dan bersama dengan TBC dapat mengalami penularan. Walaupun penularan ini tidak semuanya berubah menjadi penyakit, karena terkadang tidak menunjukkan gejala dan bakteri tetap ada dalam tubuh hingga akhirnya menunggu saat untuk menginfeksi.

Salah satu obat untuk TBC adalah vaksin BCG. Bahan aktif dalam BCG adalah garam magnesium, kalium, sodium, glycerol dan asam sitrat yang telah dibuat dalam beberapa merek secara variasi di berbagai negara. Vaksin akan meniru bakteri TBC lalu kuman akan dilemahkan sehingga akan menyembuhkan penyakit dan memberikan respon terhadap sistem kekebalan tubuh sehingga terbentuk antibodi yang dapat melawan bakteri TBC yang tersebar dan menyebabkan banyak gejala pada tubuh. Namun pemberian vaksin ini harus memperhatikan sistem kekebalan tubuh yang buruk karena dapat menyebabkan infeksi yang serius pada penderita.

Berikut adalah pengobatan medis untuk TBC diantaranya:

  • Kandungan isoniazid yang dapat membunuh bakteri dalam beberapa hari dan diminum sekali sehari, lebih efektif jika bakteri dalam keadaan aktif.
  • Kandungan rifampicin yang membunuh kuman TBC, bekerja dengan mengganggu cara kerja enzim dari bakteri dan menyebabkan beberapa efek samping sementara.
  • Kandungan pyrazinamide untuk membunuh bakteri TBC menggunakan ph asam sehingga dibarengi dengan penggunaan obat TBC lainnya dengan penggunaan sesuai berat badan.
  • Kandungan ethambutol untuk menghambat bakteri berkembang tetapi tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan bayi.

Untuk mencegah penyakit TBC dengan melakukan pemeriksaan terutama berada pada orang terkena kuman pada TB. Pencegahan dengan mengikuti prosedur pengobatan sebelum bakteri TB menjadi aktif atau sudah berada dalam tahap TB laten. Sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang dirumah sehingga akan mencegah bakteri berdiam diri dalam ruang untuk waktu yang lama. Dapat juga melakukan imunisasi BCG jika berada dekat resiko TBC tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *